Puisi Tempua dan diri

Seindah pagi,
 
Seharum kesturi,
Seceria Mentari,
 
Menyinari hari,
Membugar rasa hati,
 
Hingga tidak terperi,
Kasih suci,
 
Nan abadi,
Menerangi pelangi,
 
Warna-warni,
Menghiasi kamar diri,
 
 
Jenguk-jenguk Tempua,
Mahal sekali jengukan tempua,
 
Angguk-angguk,geleng-geleng TEMPUA,
Seperti memahami rasa hati,
 
Tempua berkata,
Sabarlah diri,
 
Kan...,
 
Mentari masih menerangi,
Pelangi masih lagi berwarna-warni,
 
 
Unggas pula masih riang menyanyi,
Takutkan apa?
Sesalkan apa?
 
Kufurkan apa?
 
Risaukan apa diri?
Diri terdiam,
 
Terdiam barangkali,
Senyum-senyum sekali-sekali,
Tiba-tiba,
 
Tempua pergi,
Diri sendiri lagi..
 
 
Kenapa...pergi?
 
Kenapa diri menyendiri lagi?
Tempuaaaaaaaaaaaaaa....

Suara hati menjerit ngeri,

Mulianya hatimu,
 
Jengukan tempua,
Meninggalkan bekas,

Dalam hati,

Moga-moga,

Tempua,

Dirahmati selalu,
 
Moga-moga,

Dicucuri rahmat nan abadi,
Moga-moga,

Kasih ilahi yang kau cari,

Moga bersemi dalam hati.

:)
Insan biasa transformasi luar biasa.

Nukilan, Kalamkudus92,1.45pm.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...