Nafsu VS Iman?


Assalamualaikum,

Salam ceria.
Simpatikanlah diriku ini, senyumlah secebis untukku. Moga-moga dengan secebis senyumanmu, bisa mewarnakan hidupku ini.


Alhamdulilah. Lafaz rabbu jalil ku panjatkan syukur padanya, apalah sedikit kalimah syukur yangku ucapkan jika dibandingkan dengan nikmatnya yang melaut padaku.Alhamdulilah.
Tanpa kata. Tanpa ayat indah. Saya ingin berbicara. Berbicara tentang hidup.

Hidup.
Saya hidup untuk apa? Saya bernafas untuk apa? Saya makan untuk apa? Saya sedih untuk apa? Saya gembira untuk apa? Saya yakin untuk apa?

Jawablah soalan ini dengan  mata hati, bukan dengan akal. Hal ini kerana apabila iman dicampur dengan nafsu.Lain tak bukan nafsu akan menyampuk. Sengaja membuat iman terdiam Sengaja nafsu membalas iman dengan pelbagai hujah yang bernas lagi mantap.
Maka, akan diamlah iman. Tersedan iman. Iman mula mencari diri. Mula berbas-basi.Mulai goyah. Mulai syak. Betul ke bicara nafsu? Iman pun   pening.

Begitulah hidup. Hidup mesti dipandu iman. Bukan nafsu. Jika tidak parahlah hidup. Asyik terbelenggu nafsu. Akhirnya rosak iman dalam hati.
Hati pula adalah anggota penting. Bersih hati, bersihlah jiwa dan anggota. Bersih segalanya. Tapi kotor hati, alamatnya rosaklah jiwa dan anggota.

Hu..hu..Check hati, hati kita bersih atau kotor? Waalahualam.

U decide!

(^-^)


2 comments:

  1. nafsu yg ada adalah untuk dididik bukannya untuk dimanjakan.... peace!!! ;-)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...